Hambatan dan Solusi Sistem Informasi Kesehatan

                   HAMBATAN SISTEM INFORMASI KESEHATAN(SIK)
Beberapa hambatan SIK menurut kelompok3:
1. Beberapa puskesmas masih menggunakan paper (kertas) dalam sistem pengoperasian memungkinkan terjadinya ketidak efektifan waktu dan bisa menyebabkanhilangnya data/dokumen.

2. Penggunaan SIK ini berakibat pada meningkatnya biaya operasional di tingkat puskesmas.

3. Masih banyak sekali ditemukan staf/petugas atau bahkan unit kerja khusus yang menangani bidang  data/pengoprasian.

4. Pendanaan untuk sistem informasi kesehatan(SIK) didaerah masih sedikit, aspek pendanaan dapat dinilai sebagai faktor kekuatan.

5. Kesulitan menyatukan data karena format laporan yang berbeda.

6. Masih banyak manipulasi data/adanya data yang diambil secara berulang-ulang dengan format yang berbeda-beda dari masing-masing bagian.

Solusi dari Hambatan SIK

  1. Mengembangkan sistem pengoperasian/mulai beralih ke SIK.
  2. Pemerintah yang bekerja dibidang kesehatan harus benar-benar memperhatikan dan memperhitungkan secara  tepat kebutuhan pendanaan/biaya dalam sistem informasi kesehatan(SIK) ini.
  3. Pihak Rumah Sakit/Puskesmas bekerja sama dengan Kementrian Kesehatan/Departemen Kesehatan/Dinas Kesehatan mengadakan rekrutmen dengan catatan sudah faham tentang dasar IT agar mempermudah saat nanti diberikan pengarahan/penjelasan lebih terperinci tentang SIK. Jauhi penyuluhan pada petugas kesehatan agar nantinya mereka tidak  memiliki rangkap jabatan karena ini bisa menyebabkan ketidakfokusan tugas.
    Jangankan tugas ganda/orang awan yang baru belajar,yang sudah memiliki dasar tentang IT pun tidak akan secepat kilat/benar-benar sempurna mengoprasikan tentang SIK itu sendiri.
  4. Kebanyakan pemerintah sulit memutuskan/jangka waktu putusan Cakupan pemerintah memang sangat luas, tidak bisa bergerak dengan sendirinya. Oleh dengan itu,dengan adanya Dinas Kesehatan seharusnya lebih berfokus dengan hal yang berkaitan dengan hasil pemberian anggaran/dana yang
    lama. data yang akurat, lengkap, dan tepat waktu saat pelaporan.
  5. Pemerintah harus membuat UU/Pernyataan penyamaan format penialian. Agar nantinya penyatuan data bisa dilakukan dengan cepat tanpa memakan waktu yang lama.
  6. Menekankan kembali kepada pemerintah untuk membuat UU seperti di poin sebelumnya tentang persamaan format penialian dan juga hukuman bagi mereka yang memanipulasi data agar memberikan efek jera.

tugas manajement IT kategori web dan contoh nya

TUGAS MENEJEMEN IT
“ KATEGORI – KATEGORI WEB “

I. KATEGORI WEB
A. Website Statis
Website Statis dapat didefinisikan sebagai website yang
kontennya konstan atau tidak berubah. Setiap laman dibuat dengan
kode HTML dan menunjukkan informasi yang sama kepada setiap
pengunjung. Hanya webmaster atau developer yang bisa melakukan
update pada konten website statis.
B. Website Dinamis
Website dinamis adalah website yang kontennya selalu di-update
secara berkala. Kebanyakan website bersifat dinamis karena lebih
mudah dikelola dibandingkan website statis. Meskipun begitu, website
dinamis memungkinkan untuk memiliki beberapa user yang bisa
melakukan update konten website tanpa mengganggu desain web.
1. Web Portal
Yahoo
 Google
 Opera mini
 Browser web
2. News Website
 Detik
 Okezone
 Tribunnews
 CNN Indonesia
 Kompas
 Sindonews
3. Media Sosial (Sosial Networking)
 Facebook
 Twitter
 Instagram
 Path
 Tantan
4. Educational Website
 Ruang Guru
 Edmodo
 Goggle classroom
5. Blog web
 Blogspot
 Blogger
6. Massanger Wabsite
 Whatsapp
 Line
 WeChat
 Telegram
 KakaoTalk
 BBM